Jumat, 22 September 2017

Makalah Komposisi Penduduk



BAB I
PENDAHULUAN 

1.      Latar Belakang Masalah
Negara Indonesia termasuk salah satu Negara yang memiliki kepadatan penduduk yang tinggi.Setiap wilayah memiliki tingkat kepadatan penduduk yang berbeda-beda.Di Indonesia daerah yang jumlah penduduknya paling padat adalah pulau Jawa.Telah banyak usaha yang dilakukan oleh pemerintah untuk meratakan jumlah penduduk diIndonesia,dengan cara transmigrasi..Struktur penduduk disuatu wilayah meliputi jumlah,persebaran dan komposisi penduduk.Struktu penduduk di suatu  wilayah tersebut selalu mengalami perubahan dari waktu kewaktu dikarenakan proses demografi yaitu kelahiran,kematian dan migrasi.Oleh karena itu struktur penduduk yang dinamis atau senantiasa mengalami perubahan dari waktu kewaktu maka perlu sekali untuk mengetahui komposisi penduduk disuatu wilayah.Hal ini dikarenakan komposisi penduduk dapat memberikan gambaran mengenai pengelompokan penduduk berdasarkan pegelompokkan kriteria tertentu.
Melalui komposisi penduduk akan diperoleh berbagai data mengenai penduduk menurut jenis kelamin dan pengelompokkan umur.Demikian nantinya akan dapat diketahui kelompok umur produktif dan tidak produktif.Hal ini akan memudahkan pemerintah disuatu Negara untuk meramalkan kebijakan apa yang akan diambil ketika melakukan pembangunan.
Oleh karena itu penyusun berusaha untuk menyusun makalah yang berjudul “Kependudukan dan Komposisi/Struktur Penduduk”
2.      Rumusan Masalah
Makalah ini terfokuskan pada masalah yang akan dibahas penulis yaitu :
·         Apakah pengertian komposisi/struktur penduduk?
·         Bagaimana klasifikasi komposisi/struktur penduduk?
·         Bagaimana karakteristik penduduk?
·         Bagaimana menghitung jumlah penduduk?
·         Apa saja elemen komposisi/struktur penduduk?
·         Apa saja faktor pendukung dan penghambat elemen komposisi penduduk?
·         Apa pengertian piramida peduduk?
·         Apa saja jenis-jenis piramida?
·         Apa fungsi piramida penduduk?
3.      Tujuan Penulisan
·         Untuk mengetahui pengertian komposisi/struktur penduduk
·         Untuk mengetahui klasifikasi komposisi/struktur penduduk
·         Untuk mengetahui karakteristik penduduk
·         Untuk mengetahui menghitung jumlah penduduk
·         Untuk mengetahui elemen komposisi/struktur penduduk
·         Untuk mengetahui faktor pendukung dan penghambat elemen komposisi penduduk
·         Untuk mengetahui pengertian piramida peduduk
·         Untuk mengetahui jenis-jenis piramida
·         Untuk mengetahui fungsi piramida penduduk








BAB II
PEMBAHASAN

A.    KOMPOSISI /STRUKTUR PENDUDUK
1.      Pengertian Komposisi Penduduk
Komposisi penduduk adalah pengelompokan penduduk atas dasar kriteria tertentu.Misalnya,secara geografis,biologis,sosial dan atau ekonomi. Komposisi penduduk dalam arti demografi adalah komposisi penduduk menurut umur dan jenis kelamin. Kedua variabel ini sangat mempengaruhi pertumbuhan penduduk di masa yang akan datang. Komposisi penduduk menurut umur dan jenis kelamin merupakan yang terpenting. Komposisi menurut umur dan jenis kelamin ini sangat penting bagi pemerintah sebuah negara untuk menentukan kebijakan kependudukan mereka untuk beberapa tahun ke depan.
2.      Macam-macam Komposisi Penduduk
      1.      Berdasarkan aspek biologis 
Misalnya : penduduk di suatu desa digolongkan berdasarkan umur dan jenis                    kelamin.
Komposisi penduduk berdasarkan umur dan jenis kelamin.
Umur penduduk dikelompokkan menjadi 3 yaitu:
·         Umur 0 – 14 tahun dinamakan usia muda/usia belum produktif.
·         Umur 15 – 64 tahun dinamakan usia dewasa/usia kerja/usia produktif.
·         Umur 65 tahun keatas dinamakan usia tua/usia tak produktif/usia jompo
2. Berdasarkan aspek sosial
Misalnya : penduduk digolongkan berdasarkan tingkat pendidikan dan status perkawinan.
Komposisi penduduk menurut pendidikan
Berdasarkan tingkat atau jenjang pendidikan yang telah ditamatkan penduduk dapat dikelompokkan dalam tingkat SD, SLTP, SLTA, dan Perguruan Tinggi. Pengelompokkan ini dapat digunakan untuk menentukan besarnya tingkat pendidikan penduduk.
3. Berdasarkan aspek ekonomis
Misalnya : penduduk digolongkan berdasarkan jenis pekerjaan dan tingkat pendapatan.
Komposisi penduduk menurut pekerjaan
Penduduk dapat dikelompokkan berdasarkan pekerjaan yang dilakukan oleh tiap tiap orang. Pekerjaan-pekerjaan tersebut antara lain pegawai negeri sipil, TNI, POLRI, buruh, pedagang, petani, pengusaha dan sopir.
4. Berdasarkan aspek geografis
   Misalnya : penduduk di golongkan berdasarkan lokasi tempat tinggal.
 Tempat tinggal yang sering digunakan dalam komposisi ini adalah tempat tinggal penduduk di desa dan di kota. Ciri khas negara agraris seperti Indonesia adalah sebagian besar penduduk tinggal di desa.
    
3. Karakteristik Penduduk

1.Rasio jenis kelamin(sex ratio)
Sex ratio adalah perbandingan antara jumlah laki-laki dan perempuan dalam suatu wilayah tertentu.Besar kecilnya rasio jenis kelmin di suatu wilayahdi pengaruhi beberapa factor yaitu rasio jenis kelamin pada kelahiran,tingkat kematian antara penduduk laki-laki dan perempuan,dan tingkat migrasi antara penduduk laki-laki dengan perempuan.

2.Rasio ketergantungan(dependency ratio)
Rasio ketergantungan merupakan perbandingan antara banyaknya penduduk yang tidak produktif (usia di bawah 15 tahun dan di atas 65 tahun) dengan banyaknya penduduk usia produktif (15 – 64 tahun).
Rasio ketergantungan (dependency ratio) dapat digunakan sebagai indikator yang secara kasar dapat menunjukkan keadaan ekonomi suatu negara apakah tergolong negara maju atau negara yang sedang berkembang. Dependency ratio merupakan salah satu indikator demografi yang penting. Semakin tingginya persentase dependency ratio menunjukkan semakin tingginya beban yang harus ditanggung penduduk yang produktif untuk membiayai hidup penduduk yang belum produktif dan tidak produktif lagi. Sedangkan persentase dependency ratio yang semakin rendah menunjukkan semakin rendahnya beban yang ditanggung penduduk yang produktif untuk membiayai penduduk yang belum produktif dan tidak produktif lagi.
Rasio ketergantungan dapat diperoleh dengan menggunakan perhitungan sebagai berikut:

Keterangan:
P (10-14) = Banyaknya penduduk yang tidak produktif di usia 10-14 tahun
P > 65     = Banyaknya penduduk yang tidak produktif di usia lebih dari 65 tahun
P (15-64) = Banyaknya penduduk yang produktif di usia 15-64 tahun

3.Tingkat pertumbuhan penduduk
Tingkat pertumbuhan penduduk adalah bertambah atau berkurangnya jumlah penduduk disuatu daerah atau Negara  mengingat usia tersebut adalah usia sekolah dasar.Melalui komposisi penduduk dapat diketahui mengenai angka beban ketergantungan,rasio jenis kelamin,dan angka harapan hidup.

4 .Menghitung Jumlah Penduduk
             Untuk mengetahui jumlah penduduk suatu daerah,provinsi,atau Negara, dapat dilakukan berbagai cara,seperti sensus penduduk,registrasi/pencatatan dan survey.
1. Sensus Penduduk
 Sensus berasal dari bahasa Latin “censere” yang berarti penaksiran harta benda seseorang warga Negara dan pencatatan nama warga Negara.Sensus diartikan sebagai perhitungan jumlah penduduk suatu Negara dengan cara mengumpulkan,menghitung,dan menyusun data penduduk baik penduduk asli maupun pendatang,pada waktu tertentu dan diwilayah tertentu.sensus dapat dibedakan atas dua macam yaitu,sensus de facto dan de jure.
    a.Sensus De Facto
Sensus de facto adalah penghitungan penduduk atau pencacahan penduduk yang dilakukan terhadap setiap orang yang berada dalam wilayah sensus ketika sensus diadakan.
      b.Sensus De Jure
Sensus de jure adalah penghitungan/pencacahan yang hanya dilakukan pada penduduk yang benar-benar bertempat tinggal dalam wilayah sensus


2. Registrasi
 Registrasi merupakan kumpulan keterangan mengenai kelahiran,kematian,dan kejadian penting yang dialami seseorang,misalnya perkawinan,perceaian,adopsi anak dan perpindahan penduduk.Kumpulan catatan tersebut dapat digunakan untuk mengetahui jumlah penduduk.
3. Survei
Survei merupakan pencacahan penduduk dengan cara mengambil daerah sampel.Pencacahan penduduk dengan metode survei tidak dilakukan diseluruh wilayah Negara,melainkan hanya pada daerah-daerah tertentu yang dianggap mewakili.
B. ELEMEN-ELEMEN KOMPOSISI PENDUDUK
1. KELAHIRAN (NATALITAS)
              Kelahiran merupakan salah satu faktor kependudukan yang bersifat menambah jumlah penduduk.

Faktor-faktor Pendukung/Pronatalitas
1.Nikah usia muda.
             Apabila seorang perempuan nikah usia muda maka masa reproduksi perempuan tersebut menjadi lebih lama.Artinya,kesempatan bagi perempuan itu untuk mempunyai anak akan lebih besar dibandingkan perempuan yang nikah pada usia dewasa.
2.Tingkat kesehatan.
             Banyaknya bayi yang meninggal menyebabkan orag tua cendrung memilih mempunyai banyak anak. Hal ini bertujuan apabila ada satu anak yang meninggal masih ada anak yang lain.
3.Tanggapan banyak anak banyak rezeki.
           Pada kehidupan masyarakat agraris kuno,semboyan banyak anak banyak rezeki memang beralasan kuat.Karena masyarakat agraris kuno,bekerja dengan lebih banyak mengandalkan tenaga manusia dan hewan.

Faktor-faktor Penghambat/Antinatalitas
1.Pembatasan usia menikah
            Di Indonesia,batas usia menikah bagi perempuan minimal 16 tahun sedangkan bagi laki-laki minimal 19.
2. Program keluarga berencana(kb)
            Pemerintah membatasi jumlah kelahiran dengan memasyarakatkan program keluarga berencana dan menyediakan berbagai peralatan kontrasepsi.

3.Pembatasan tunjangan anak.
            Pada pegawai negri dan karyawan perusahaan tertentu,diberlakukan pembatasan tunjangan anak. Pembatasan tunjangan ini akan mendorong para pegawai untuk memiliki jumlah anak sesuai syarat untuk mendapatka tunjangan.

4.Anak merupakan beban.
            Pada kehidupan masyarakat modern,muncul anggapan sebagian orang tua bahwa anak merupakan beban bagi orang tua.Orang tua harus menyiapkan berbagai fasilitas seperti kesehatan,social.pendidikan bagi anak-anak.

2.KEMATIAN(MORTALITAS)
        Kematian merupakan salah satu faktor kependudukan yang bersifat mengurangi jumlah penduduk.

Faktor-faktor Promortalitas
1.Kurangnya kesadaran masyarakat akan pentingnya kesehatan.
2.Kurangnya fasilitas yang memadai.
3.Sering terjadi kecelakaan lalu lintas.
4.Terjadi bencana alam.
5.Terjadi peperangan.

Faktor-faktor Antimortalitas
1.Fasilitas kesehatan yang memadai.
2.Lingkungan yang bersih dan teratur.
3.Ajaran agama yang melarang bunuh diri.
4.Tingkat kesehatan yang tinggi

C.PIRAMIDA PENDUDUK
1.Pengertian Piramida penduduk
Piramida penduduk adalah  Penyajian data komposisi penduduk dapat disajikan dengan grafik yang berbentuk piramida. Penduduk laki-laki biasanya digambarkan di sebelah kiri dan penduduk wanita di sebelah kanan.

2 .Klasifikasi Piramida Penduduk 
1. Piramida ekspansif, disebut juga piramida penduduk muda
Ciri-ciri:
  • Angka kelahiran sangat tinggi
  • Kelompok terbesar adalah penduduk usia muda
Contoh : negara berkembang 
Indonesia, Kenya, India
Description: https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjbyT4cdiODLZFbQxL4wuF-Tugz_nwmvaDpwhfxcRkLhj3nfpoK3e06OtKd0m5t_4cpU1j4-2XGS-kheq-r7TSG8OCunvtvJH7bytI7OktitepOCGSzUDWOsDndj3OFGwaM5lENhzyg3cUp/s1600/piramida-ekspansif.jpg

2. Piramida Stasioner, disebut juga piramida penduduk dewasa
Ciri-ciri 
  • Angka kelahiran dan kematian relatif seimbang
  • Jumlah penduduk usia tua dan muda seimbang
Contoh : negara eropa barat
Inggris, Belanda, Perancis, Italia
Description: https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhBLEIjgooqgFZq4uE2Gn7HogULYP2GB89XTiQX-H2KqUceU7ZkcPF6fi_UpwKROQYT7ActdUBpI2mtcZlfygHq1brJIDZmcTu5X_ojnx1HHEdRL-s5UUnD3r13M234n91Ps0AYTrhIKgwA/s1600/stasioner.jpg

3. Piramida konstruktif, disebut juga piramida penduduk tua
Ciri-ciri
  • Angka kelahiran lebih tinggi dibandingkan kematian
  • Jumlah penduduk usia tua lebih banyak
Contoh negara: negara maju
Jepang, Jerman, Swedia
Description: https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjq1F9ZtgJgtLH80gPCcBitWNk4pFwVxCJNoHirORbwNXJU9k34DL-0gHfo4uRU8vuM57ygpkT27S7TANJOw19Bl3sqnBZtwJAMdRFQo_QK2K25RRAcIJncBQZwtPC9WAGSl3mdaA-8xBD3/s1600/piramid-3.jpg


Dengan membuat piramida penduduk maka dapat diketahui informasi tentang jumlah penduduk produktif dan non produktif, jumlah usia angkatan kerja dan perbandingan laki-laki dengan perempuan.


3.Fungsi Piramida Penduduk adalah      
a.       Untuk menggambarkan keadaan umum penduduk suatu Negara
b.      Mengetahui perbandingan jumlah penduduk laki dan perempuan
c.       Meramalakan keadaan penduduk di masa yang akan dating




BAB III
PENUTUP

  1. Kesimpulan
Komposisi penduduk menggambarkan pengelompokan penduduk atas dasar kriteria tertentu.Ada bermacam-macam komposisi penduduk di lihat dari berbagai aspek antara lain:aspek biologis,aspek social,ekonomi,aspek georafis.Pengelompokkan penduduk atau komposisi penduduk dapat di gunakan untuk dasar pengambilan kebijakan dan pembuatan program dalam mengatasi masalah-masalah di bidang kepandudukan.
 .
  1. Saran
Dalam penulisan makalah ini penulis menyadari masih jauh dari kesempurnaan, masih banyak terdapat kesalahan-kesalahan, baik dalam bahasanya, materi dan penyusunannya. Oleh karena itu penulis sangat mengharapkan kritik, saran dan masukan yang dapat membangun penulisan makalah ini



DAFTAR PUSTAKA

Tidak ada komentar:

Posting Komentar